Monday, 12 September 2011

Enjin Vtec B16A

Enjin Vtec B16A


PENCAHAYAAN

Dalam fotometri, pencahayaan ialah jumlah fluks berkilau menuju ke permukaan, per unit luas. Ia merupakan pengukuran keamatan cahaya tuju yang dicerap. Begitu juga dengan kepancaran berkilau iaitu fluks berkilau per unit luas yang dipancarkan daripada suatu permukaan.
Dalam unit terbitan
SI, kedua-dua ini diukur menggunakan unit lux (lx) atau lumen per meter persegi (cd·sr·m-2).
Pencahayaan pada awalnya dinamakan
kecerahan, tapi ini telah menimbulkan kekeliruan dengan penggunaan lain untuk perkataan tersebut. "Kecerahan" tidak seharusnya digunakan untuk penerangan kuantitatif, sebaliknya harus hanya digunakan untuk rujukan kepada deria fisiologi dan pencerapan cahaya yang tak kuantitatif.
Mata manusia dapat melihat pada julat lebih daripada 2 trillion kali ganda: Kehadiran objek putih dapat dilihat samar-samar di bawah cahaya bintang, pada 5 * 10-5 lux, sementara pada penghujung yang cerah, manusia boleh membaca teks besar pada 108 lux, atau 1000 kali
cahaya matahari terus, walaupun ini adalah sangat tidak selesa dan boleh menyebabkan imej tinggal

Wednesday, 7 September 2011

Design



Kangaroo in Austin, Texas

Kangaroo in Austin, Texas

Live Sports Schedule - Live Football & Other Sports Online

Live Sports Schedule - Live Football & Other Sports Online

Malaikat

Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, “Malaikat telah diciptakan dari cahaya.”[1]
Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.
Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim.

[sunting] Nama dan tugas para Malaikat

Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun Iman, berdasarkan Al Qur'an dan hadits. Nama (panggilan) berserta tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut:
  • Hamalat al 'Arsy - Empat malaikat pembawa 'Arsy Allah, pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.[3]
  • Darda'il - Malaikat yang mencari orang yang berdo'a, bertaubat, minta ampun dan lainnya pada bulan Ramadhan.[4]
  • Hafazhah (Para Penjaga):[5][6]
    • Kiraman Katibin - Para malaikat pencatat yang mulia, ditugaskan mencatat amal manusia.[7][8]
    • Mu’aqqibat - Para malaikat yang selalu memelihara/ menjaga manusia dari kematian sampai waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.[9][10]
  • Arham - Malaikat yang diperintahkan untuk menetapkan rejeki, keberuntungan, ajal dan lainnya pada 4 bulan kehamilan.
  • Ad-Dam'u - Malaikat yang selalu menangis jika melihat kesalahan manusia.
  • An-Nuqmah - Malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan duduk disinggasana berupa nayala api, ia memiliki wajah kuning tembaga.
  • Ahlul Adli - Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi besera isinya dikatakan ia memiliki 70 ribu kepala.
  • Ar-Ra'd - Malaikat pengatur awan dan hujan.[14][15]
  • Malaikat Berbadan Api dan Salju - Malaikat yang setengah badannya berupa api dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tidak pernah berhenti berzikir.[16]
  • Penjaga Matahari - Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju.[17][18]
  • Malaikat Rahmat - Penyebar keberkahan, rahmat, permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang shaleh, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat `Adzab.[19]
  • Malaikat `Adzab - Pembawa roh orang-orang kafir, zalim, munafik, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.[20]
  • Pembeda Haq dan Bathil - Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara yang benar dan salah kepada manusia dan jin.[21]
  • Penentram Hati - Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.[22]
  • Penjaga 7 Pintu Langit - 7 malaikat yang menjaga 7 pintu langit. Mereka diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.[23]
  • Pemberi Salam Ahli Surga - Para malaikat yang memberikan salam kepada para penghuni surga.[24]
  • Pemohon Ampunan Orang Beriman - Para malaikat yang terdapat disekeliling 'Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.[25]
  • Pemohon Ampunan Manusia di Bumi - Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.[26]
Nama Malaikat Maut dikatakan Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dalam Al Qur'an dia hanya disebut Malak al-Maut atau Malaikat Maut.
Malaikat Jibril, walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur'an, ia juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan sebutan lain seperti Ruh al-Qudus, Ruh al-Amin/ Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.
Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya secara spesifik di dalam Al Qur'an, yaitu Jibril (QS 2 Al Baqarah: 97,98 dan QS 66 At Tahrim: 4), Mikail (QS 2 Al Baqarah: 98) dan Malik (QS Al Hujurat) dan lain-lain. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits.

[sunting] Wujud Malaikat

Wujud para malaikat telah dijabarkan di dalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1)

Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.
Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk[27] tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril .[28]
Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.

[sunting] Sifat Malaikat

Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:
  1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.[29]
  2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
  3. Selalu takut dan taat kepada Allah.[30][31]
  4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.[32]
  5. Mempunyai sifat malu.[33]
  6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.[34]
  7. Tidak makan dan minum.[35]
  8. Mampu mengubah wujudnya.[36]
  9. Memiliki kekuatan[37][38] dan kecepatan cahaya.[39]
Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi'raj.
Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah Ibrahim, Luth, Maryam, Muhammad dan lainnya.
Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah "Malaikat Yang Terjatuh" (Fallen Angel). Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis, adalah nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari 'api yang tidak berasap', sedang malaikat dicipta dari cahaya.

[sunting] Tempat yang tidak disukai Malaikat

Menurut syariat Islam ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini telah disampaikan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu di antara lain adalah:
  1. Tempat yang di dalamnya terdapat anjing, (kecuali anjing untuk kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu);[40][41]
  2. Tempat yang terdapat patung (gambar);[42]
  3. Tempat yang di dalamnya ada seseorang muslim yang mengancungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim;[43]
  4. Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.[44]
Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatatat oleh para Imam, di antaranya adalah Ahmad, Hambali, Bukhari, Tirmidzy, Muslim dan lainnya. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang.
Malaikat Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur.[45] Malaikat Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing.[46]

Friday, 26 August 2011

7 Perjanjian Nabi Sulaiman



berikut ini adalah 7 perjanjian Sulaiman yang diucapkan oleh Umm Shibyaan salah satu Jin yang sangat tua dan besar pengaruh gangguan-nya kpd umat manusia kala itu... (cerita selengkapnya menyusul hehehe..)

intinya, 7 perjanjian ini adalah 7 buah pola perlindungan (hijaab/hirz) yang mengikat Umm Shibyaan dan antek2nya.. mereka tidak akan pernah mengganggu manusia selama manusia menuliskan kalimat hirz tersebut dan membawanya atau menaruhnya didalam rumah mereka.



العهود السليمانية السبعة

العهد الأول
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحقِّ اللهِ الذي لا الهَ إلا هُوَ كُلُّ شيءٍ هالكٌ إلا وَجهَهُ لهُ الحُكمُ وإليهِ تُرجعونَ إني لا أقرَبُ ولا أدنُو من عَلُّقَ عَليهِ هذا الحِجابَ ولا أضُرُّه في أهلِهِ ولا ولَدِهِ ولا مَالِهِ ولا أضُرُّهُ في لحمِهِ ولا دمِهِ ولا شَعرِهِ ولا بَشَرِهِ وكُلِّ ما يُحيطُ شِفقَتَهُ واللهُ على ما أقولُ وكيلٌ شَهيدٌ

العهد الثاني
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقَّ اللهِ الذي لا الهَ إلا هو عالمُِ الغيبِ والشهادةِ هُوَ الرحمنِ الرحيمُ رافِعُ السماءِ بغَيرِ عَمَدٍ وبَسَطَ الأرضَ على ماءٍ مَحبُوسٍ وبحقِّ نُورِ النُّورِ ومُدَبِّرِ الأمورِ وحقِّ الرَّبِّ الذي خَلَقَ آدَمَ وحَوَّاءَ ونَفَخَ فيهِ مِنْ رُوحِهِ وسَجَدَتْ لهُ الملائكَةُ أنِّي لا أقْرَبُ مَنْ عَلُّقَ عَلَيهِ هذا الحِجَابَ صَغيراً كانَ أو كبيراً ذَكَراً أو أُنثى فَطِيماً كانَ أو رَضِيعاً واللهُ على ما أقولُ وَكيلٌ

العهد الثالث
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ العَزيزُ الجبَّارُ المُتَكَبِّرُ سُبحانَ اللهِ عَما يُشرِكُونَ إنِّي لا أقرَبُ ولا أدنُو مَن عَلَّقَ عَلَيهِ هذا الحِجابَ ولا أدخُلُ لَهُ بيتاً لا هو ولا أولادُهُ ما دَامَتِ الأرضُ والسماواتُ وحَقِّ اللهِ القاهِرِ فوقَ عِبَادِهِ وهُوَ الحَيُّ الذي لا يَمُوتُ وبالاسمِ الذي خَرَجَ بِهِ يُونسَ من بَطنِ الحُوتِ إني لا أقرَبُ مَن عَلَّقَ عليهِ هذا الحِجابَ واللهُ على ما أقُولُ وَكيلٌ

العهد الرابع
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ الخَالِقُ البارئُ المُصَوِّرُ لهُ الأسماءُ الحُسنى يُسَبِّحُ لهُ ما في السماواتِ والأرضِ وهوَ العَزِيزُ الحَكيمُ شديدُ العِقَابِ إنِّي لا أقرَبُ من عَلَّقَ عليهِ هذا الحِجابَ ولا أتعَرَّضُ لهُ إنْ كانَ صغيراً أو كبيراً ذَكَراً أو أُنثَى ولا أقرَبُ حَيَوانَهُ واللهُ على ما أقُولُ وكيِلٌ

العهد الخامس
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ الكبيرُ المُتَعالِ ذُو الجَلالِ والإكرامِ لا تُدرِكُهُ الأبصارُ وهُوَ اللطيفُ الخَبيرُ إني لا أقرَبُ كُلَّ مَن عَلَّقَ عَلَيهِ هذا الحِجابَ ولا أدخُلُ لَهُ بيتاً ما دَامَ معهُ هذا الكِتابُ واللهُ على ما أقولُ وكيلٌ

العهد السادس
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ العَزيزُ العَظيمُ الأعظَمُ الكبيرُ الأكبَرُ الذي خَلَقَ السماواتِ والأرضَ هو الرحمنُ الرحيمُ إني لا أقرَبُ كُلَّ من عَلَّقَ عليهِ هذا الحِجابَ صغيراً أو كبيراً ذَكَراً أو أُنثى واللهُ على ما أقُولُ وكيلٌ شهيدٌ

العهد السابع
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ الأولُ الآخِرُ والظاهِرُ والباطِنُ وهو بِكُلِّ شيءٍ عليمٌ إني لا أقرَبُ كُلَّ من علق عليهِ هذا الحِجابَ وهذهِ الأسماءَ وعهدٌ عليَّ كُلَّ عهدٍ أعطيتُهُ لكَ وشهيدٌ بيننا اللهُ واللهُ على ما أقولُ وكيلٌ وشهِيدٌ وكفيلٌ



perjanjian ini bukan perjanjian sulaiman dengan Allah, tetapi perjanjian Sulaiman dengan jin tua bernama Umm Shibyaan tadi... dia merupakan salah satu jin tua yang memiliki banyak sekali anak buah.. berjenis kelamin perempuan dengan bentuk yang besar.. suaranya menggelegar laksana halilintar, ia dapat menumbangkan pohon2 hanya dengan suaranya.. matanya tajam laksana petir menyambar... mulutnya seringkali terbuka...

Umm Shibyan ini berbeda dengan Al-Daulat Wa Hayram As-Sibyaan (salah satu iblis yang ditaklukkan Sulaiman.
 *diambil dari manuskrip kuno yang tersimpan di bunker sebuah istana di Spanyol)) Al-Daulat ini berbadan kambing, berwajah perempuan rambut panjang dengan tujuh kepala dan menggendong seorang anak kecil...

berikut ini adalah 20 nama lain dari Umm SHibyaan
 (bagi para praktisi arabic magic, beware of these names):

جلوش غبروش حراش حواش هيموش فمروش قوش شعوش مرتلوش هربقوش حربعوش ام بصيل ام ملدم سلوهموش نقوس يحسبواما 

------------------------------------------------------------------------------------------

Daripada hadith yang diriwayatkan oleh Baihaqi, seorang sahabat Nabi SAW bernama Abu Dajanah berkata, "aku telah mengadu kepada Rasulullah SAW dengan berkata", Wahai Rasulullah, sedang aku berbaring, tiba-tiba aku mendengar desiran suara seperti bunyi kisaran gandum dan berdengung seperti suara lebah. Dan aku terlihat pancaran seperti pancaran kilat. Lalu aku mengangkat kepala kerana terkejut dan takut. Tiba-tiba aku nampak bayangan hitam berdiri tegak memanjang memenuhi ruangan rumahku. Lalu aku mendekati bayangan itu, aku terasa kulitnya seperti bulu landak. Bayang itu menyemburkan cahaya seperti semburan bunga api ke arah mukaku sehingga aku menyangka badan dan rumahku terbakar."

Lalu Rasulullah SAW menerangkan, "Itu adalah syaitan yang mahu mengganggu dan membuat keburukan di rumahmu, wahai abu Dajanah."
Kemudian Rasulullah SAW menyuruh Ali bin Abi Talib menulis tulisan ini. Maka Saidina Ali pun menulisnya seperti berikut:

















Maksudnya;
"Inilah perutusan dari Muhammad Rasul sekian alam. Kepada mereka yang datang mengerjakan umrah dan berziarah. Amma ba’du. Sesungguhnya kebenaran itu adalah perlindungan bagi kita. Jika engkau terlalu baik, jahat, pemimpin yang sebenar ataupun yang bathil. Inilah kitab Allah yang membicarakan dengan sebenar-benarnya kepada kita, sesungguhnya Kami mencatatkan apa yang kamu lakukan dan malaikat kami menulis segala apa yang engkau sembunyikan. Tinggalkanlah pembawa utusan ini dan pergilah kepada penyembah berhala dan mereka yang menyangka bahawa ada tuhan lain selain Allah. Katakanlah tiada tuhan melainkan Dia. Segala sesuatu akan hancur melainkan Dia. Baginyalah segala ketentuan dan kepadaNyalah kamu semua dikembalikan. Haa Miiim, mereka tidak akan diberi pertolongan, Haa Miim, Ain Siiin Qaaf. Berpecah belahlah musuh-musuh Allah, Hujah Allah itu amat jelas, Tiada kekuasaan melainkan kekuasaan Allah. Allah akan memberikan kecukupan kepadamu, Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Maha benarlah Allah Yang Maha Besar."

Ada sahabat saya mengkhabarkan bahawa ini juga ada kaitan dengan perjanjian tersebut.